Simplifa.AI Dukung Transformasi Industri Pembiayaan di Era Pemerintahan Baru melalui Sponsorship di Seminar Nasional APPI 2025


Jakarta, 4 Februari 2025 — Simplifa.AI, platform analitik risiko keuangan berbasis kecerdasan buatan, berpartisipasi sebagai sponsor resmi dalam Seminar Nasional: Arah Kebijakan OJK Tahun 2025 dan Strategi Pertumbuhan Ekonomi Pemerintah Baru, yang diselenggarakan oleh Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) bekerja sama dengan LP2I di The Raffles Hotel, Jakarta.
Acara ini menjadi forum strategis bagi pelaku industri multifinance, BPR, dan perbankan dalam menghadapi arah kebijakan baru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta dinamika politik dan ekonomi di bawah kepemimpinan pemerintahan yang baru. Simplifa.AI mendukung agenda ini dengan menghadirkan teknologi analitik berbasis AI yang mendemonstrasikan efisiensi dan akurasi dalam proses penilaian risiko, sebagai bagian dari transformasi digital yang dibutuhkan industri pembiayaan nasional.
Keikutsertaan ini menandai partisipasi perdana Simplifa.AI sebagai sponsor dalam event nasional APPI. Dukungan Simplifa.AI pada acara ini sekaligus menegaskan posisinya sebagai mitra teknologi strategis bagi institusi keuangan yang ingin memperkuat lini pertahanan mereka terhadap risiko finansial—bukan hanya dari sisi regulasi, tapi juga kecepatan dan akurasi teknologi.
Profil Simplifa.AI
Simplifa.AI adalah platform kecerdasan buatan yang membantu perusahaan menganalisis mutasi bank dan laporan keuangan untuk mempercepat proses verifikasi dan pengambilan keputusan kredit secara otomatis dan akurat.
Kontak Media
Email: hello@simplifa.ai
Website: www.simplifa.ai
Artikel Terkait

Simplifa.AI dengan bangga mensponsori Seminar Nasional Perang Dagang dan Risiko Keuangan, yang diselenggarakan di Universitas Indonesia pada 20 Juni 2025. Acara ini mempertemukan para ahli untuk membahas dampak perang dagang terhadap stabilitas keuangan dan strategi manajemen risiko.

Keberhasilan bisnis modern tidak hanya ditentukan oleh pemasaran dan inovasi produk, tetapi juga oleh kemampuan memahami kondisi finansial secara komprehensif. Laporan keuangan memang menyajikan data, namun tanpa analisis yang tepat, informasi tersebut sulit diolah menjadi dasar pengambilan keputusan.

Perkembangan teknologi finansial menghadirkan pendekatan baru dalam mengelola data, khususnya pada sektor perbankan dan lembaga keuangan. Salah satu terobosan penting adalah pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam proses parsing laporan biro kredit. Langkah ini bukan sekadar mempersingkat waktu, melainkan juga meningkatkan akurasi dalam menilai profil risiko calon nasabah.
